Indonesia kini punya hotel di Makkah. Nilainya Rp9,5 triliun. Apa artinya buat Anda yang ingin berangkat umrah atau haji?
Kategori : Umrah, Tips, Features, Haji, Tips & Trik, Teknologi, Ditulis pada : 22 Oktober 2026, 15:49:05

Melalui Danantara, Indonesia menyelesaikan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah beserta 14 kavling pengembangan di kawasan Thakher, Makkah. Nilai transaksinya sekitar 2 miliar riyal Saudi, atau sekitar Rp9,5 triliun. Dokumen kepemilikan sudah diserahkan oleh Thakher Development selaku pengembang kawasan.
Fakta utama:
- Hotel bintang 4 dengan 1.461 kamar di Distrik Al Andalus, sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram.
- Fasilitasnya mencakup restoran, pusat kebugaran, dan gedung pertemuan.
- Pada musim haji, hotel ini diproyeksikan bisa menampung sekitar 4.400 jemaah.
- Hotel menjadi bagian dari Kompleks Bait Jemaah, yaitu kawasan terpadu yang mencakup perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung.
- Indonesia tercatat sebagai negara asing pertama yang memiliki properti di Makkah sejak Arab Saudi memberlakukan UU Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi pada Januari 2026.
- Kuota haji reguler Indonesia 2026 adalah 203.320 jemaah, dan sekitar 1,5 juta orang berangkat umrah setiap tahun.
💡 Insight
- Akomodasi jemaah bisa lebih terjamin. Selama ini penginapan jemaah haji sangat bergantung pada sewa hotel musiman di Arab Saudi. Dengan aset sendiri, Indonesia berpeluang mengamankan sebagian kapasitas penginapan dan mengurangi ketergantungan itu.
- Arab Saudi sedang menyiapkan lonjakan jemaah. Negara itu menargetkan hingga 30 juta jemaah umrah per tahun pada 2030, naik tajam dari sekitar 8,5 juta pada 2019. Persaingan hotel di Makkah kemungkinan makin ketat.
- Ini awal investasi jangka panjang. CEO Danantara menyebut langkah ini sebagai awal pembangunan platform investasi perhotelan Indonesia di Arab Saudi.
- Pilih penyelenggara yang punya akses akomodasi terpercaya. Lokasi, jarak, dan kepastian hotel di Makkah tetap menentukan kenyamanan ibadah, baik saat ada hotel milik negara maupun tidak.
